Vietnam Mau Bangun Industri Sapi Perah untuk Dukung Program Prabowo, di Mana Lokasinya?

Puti Aini Yasmin
Mentan cek lokasi industri sapi perah di Poso, Sulawesi Tengah (Foto: Dok Bank Tanah)

Amran bersama perwakilan TH Group, investor asal Vietnam, sertw Deputi Bidang Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah Badan Bank Tanah Perdananto Aribowo berkunjung ke lokasi pembangunan industri demi mengecek kriteria lahan.

 “Kami mendapatkan arahan dari Bapak Presiden dan Bapak Presiden terpilih, untuk kita membangun peternakan, dairy cattle untuk produksi susu di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah, Perdananto Aribowo menegaskan, Badan Bank Tanah siap mendukung penuh pembangunan industri sapi perah dan industri pengolahan susu.

 “Dari sisi Badan Bank Tanah, kami siapkan karpet merah melalui penyediaan lahan dengan kriteria yang sangat baik untuk rencana investasi pembangunan industri sapi perah ini. Ini tentu menjadi hal yang sangat baik dan berdampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat Poso,“ ujar dia. 

 Deputi Ari menyampaikan, HPL Badan Bank Tanah yang berada di Lembah Napu, Kabupaten Poso memenuhi beberapa kriteria yang di butuhkan, yaitu lahan dalam kondisi clean & clear, infrastruktur jalur logistik yang cukup memadai, dan letak geografis yang cukup terjangkau ke Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Sementara itux Badan Bank Tanah memiliki aset persediaan lahan di Lembah Napu, Poso seluas 6.647 Ha. Dari luasan tersebut, seluas 1.550 Ha telah disediakan untuk reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah. 

Lahan tersebut juga berada di atas ketinggian 1.100 Mdpl sehingga cocok untuk peternakan, perkebunan, pertanian dan lainnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
22 hari lalu

Mentan Jamin Stok Pangan RI Aman di Tengah Perang AS-Israel Vs Iran

Nasional
26 hari lalu

Mentan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Ayam Senilai Rp18,2 Miliar ke 3 Negara

Nasional
30 hari lalu

Mentan Percepat Cetak 101.000 Hektare Sawah Baru, Target Rampung dalam Sebulan

Nasional
1 bulan lalu

Ekonom Kritik Produk AS Masuk RI Tak Wajib Sertifikasi Halal, Ancam Industri Nasional

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal