Waduh! Kuota Pertalite Berpotensi Habis September, Solar Oktober

Mochamad Rizky Fauzan
Waduh! Kuota Pertalite berpotensi habis September, Solar Oktober. (Foto: Antara)

Dia menjelaska, pemerintah tidak akan mencabut subsidi BBM, tetapi saat ini tantangannya adalah kuota BBM bersubsidi akan segera habis. Karena itu, pemerintah harus memilih dari sejumlah opsi kebijakan, mulai dari menambah subsidi, mengontrol konsumsi, atau menaikkan harga BBM.

"Pertanyaannya, (subsidi) mau nambah atau enggak? Kalau nambah dari mana anggarannya? Suruh ngutang?" ujarnya.

Dia memperkirakan jika kondisi saat ini terus berlanjut, kebutuhan anggaran subsidi BBM akan meningkat Rp198 triliun, sehingga totalnya pada 2022 bisa mencapai Rp700 triliun. Perhitungan itu hanya mencakup Pertalite dan Solar, belum termasuk liquid petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) dan listrik.

“Kalau tidak dilakukan apa-apa, tidak ada pembatasan, tidak ada apa-apa, maka Rp502 triliun tidak akan cukup," ucapnya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPR Wanti-Wanti Risiko Kelangkaan Pertalite usai Harga Pertamax Naik

57 tahun lalu

Pertalite Laris Manis usai Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter

57 tahun lalu

Driver Ojol Menjerit Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250: Terlalu Tinggi!

57 tahun lalu

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Antrean Pertalite Langsung Mengular

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal