Wall Street Kembali Catat Rekor Tertinggi, Dow Jones Tembus Level 36.000

Anggie Ariesta
Ilustrasi Bursa Wall Street, Amerika Serikat. (Foto: dok iNews)

Tiga tolok ukur semuanya naik setidaknya 6,5 persen kuartal ini berkat kinerja Oktober yang kuat, dan obrolan tentang reli saham akhir tahun telah mulai mengakar.

“Pasar saham sangat tangguh saat ini dan telah mencair meskipun ada masalah rantai pasokan, kekhawatiran inflasi, kenaikan suku bunga, dan Federal Reserve yang lebih hawkish,” kata Greg Marcus, direktur pelaksana di UBS Private Wealth Management.

Analis Bank of America mencatat bahwa November dan Desember diperkirakan menjadi dua bulan terkuat untuk S&P 500 sejak 1936. Pada bulan Desember akan sangat kokoh, naik hampir 80 persen sepanjang waktu. Namun, saham hari ini diuntungkan dari momen TINA (artinya tidak ada alternatif untuk saham) karena hasil tetap rendah.

Para analis memperingatkan risiko di depan yang bisa berakhir dengan menghancurkan "Reli Santa" Meskipun pendapatan kuat baru-baru ini. Perkiraan untuk tahun depan sebagian besar tetap tidak berubah, menunjukkan siklus revisi ke atas kemungkinan telah mencapai puncaknya. 

"Likuiditas puncak dan puncak dovish oleh bank sentral juga menimbulkan risiko penurunan berlipat ganda," kata analis Bank of Amerika.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
11 jam lalu

IHSG Hari Ini Dibuka Melesat ke 6.273, 306 Saham Parkir di Zona Hijau

1 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.231, Nilai Transaksi Tembus Rp16 Triliun

4 hari lalu

Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun

4 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Merah, Nilai Transaksi Sentuh Rp466 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal