Sebelumnya, Waskita telah mendivestasikan enam ruas tol. Saat ini, Waskita masih memiliki 13 ruas tol, di mana tujuh ruas lainnya masih pada tahap konstruksi.
"Karena Waskita mempunyai 19 (ruas tol), sudah didivestasi 6, sekarang masih ada 13, dan harus diselesaikan konstruksinya masih ada tujuh dan didanai PMN termasuk Becakayu ini," kata dia.
Destiawan menjelaskan, hasil penjualan tol akan digunakan untuk membayar kewajiban-kewajiban perusahaan kepada kreditur. Tercatat, hingga Oktober 2021 utang Waskita mencapai Rp20,42 triliun. Sementara, progres restrukturisasi utang Perseroan baru mencapai Rp16,62 triliun.
"Kalau itu sudah selesai semua, kami bisa ditawarkan kepada investor untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada kreditur. Dan ini akan mempengaruhi beban keuangan waskita dan diharapkan akan mengembalikan Waskita dalam performa yang lebih baik," ucapnya.