Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan 91 perusahaan antre himpun dana di pasar modal. (Foto: Istimewa)
Anggie Ariesta

JAKARTA, iNews.id - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal per 30 November 2022 mencapai Rp226,49 triliun. Adapun di pipeline, masih ada 91 rencana penawaran umum dengan nilai sebesar Rp96,29 triliun.

"Yang fundrise, saat ini kita sudah mencapai Rp226 triliun sampai dengan 30 November 2022. Saat ini pun itu masih ada pipeline 91 perusahaan dengan nilai sampai saat ini Rp96,2 triliun," kata dia, dikutip dari IDX 1st Session Closing, Rabu (7/12/2022).

Rinciannya, 57 rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan nilai Rp52,08 triliun. Selain itu, 17 penawaran umum terbatas (PUT) mencapai Rp30,06 triliun.

Ada juga rencana delapan penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) senilai Rp7,71 triliun, serta 9 penawaran umum berkelanjutan EBUS Tahap I dan II senilai Rp6,45 triliun. 

Untuk 57 perusahaan yang mengantre IPO, dua di antaranya adalah BUMN. Soal itu, Inarno menuturkan, OJK telah melakukan pembicaraan dengan Kementerian BUMN.

OJK pun optimistis penghimpunan dana di pasar modal tahun depan masih akan tinggi. Ditargetkan penghimpunan dana pada 2023 bisa mencapai Rp152,7 triliun.



Editor : Jujuk Ernawati

BERITA TERKAIT