Fitur lifestyle turut memberi nilai tambah. Koneksi dengan jaringan apotek K24 memudahkan dia memesan obat secara praktis, solusi yang sangat membantu di tengah aktivitas mengajar yang padat.
Alasan utama Tika memilih BRImo terletak pada faktor keluarga dan kemudahan penggunaan aplikasi. Seluruh anggota keluarga besarnya menggunakan layanan perbankan yang sama, mulai dari suami, adik, orang tua, hingga para ipar.
“Karena keluarga besar saya semuanya menggunakan BRI, suami, adik, mama, ibu mertua saya, dan para ipar saya pakai BRI. Lalu penggunaannya aplikasinya mudah. Ketika mengajarkan orang tua yang sudah usia lanjut juga mudah menjelaskan fiturnya pada aplikasi. Jadi karena sesama BRI juga biaya admin transfer gratis,” ujarnya.
Manfaat paling terasa bagi Tika berasal dari efisiensi biaya dan kemudahan transaksi. Dia tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk administrasi, sekaligus bisa mengatur keuangan dengan lebih ringkas.
Pengalaman Tika sejalan dengan kinerja digital BRImo secara nasional. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna Super Apps BRImo mencapai 47,8 juta user, tumbuh 18,6 persen secara tahunan.
Data tersebut disampaikan Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I-2026 di Jakarta. Nilai transaksi BRImo hingga Triwulan I-2026 tercatat menembus Rp2.042,2 triliun atau tumbuh 29,4 persen secara year-on-year.
“Basis pengguna BRImo yang besar, yang diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi, menunjukkan BRImo telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah. Dengan lebih dari 100 fitur yang tersedia, BRImo terus dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi,” ujar Aquarius Rudianto.