Habibie bukan seorang ekonom. Sebagai engineer, dia melihat ekonomi dan rupiah seperti pergerakan aeronautika. Layaknya pesawat terbang, saat PDB dan kurs rupiah jatuh bebas maka yang diperlukan yaitu keseimbangan supaya tidak crash (hancur). Dalam bahasa ekonomi, keseimbangan tersebut adalah kredibilitas.
Untuk itu, Habibie mengambil serangkaian kebijakan yang dapat membuat RI kembali dipercaya dunia, termasuk investor. Saat itu, dia memisahkan Bank Indonesia sebagai lembaga independen dari pemerintah.
Selain itu, dia juga mengeluarkan kebijakan penjaminan uang simpanan masyarakat hingga 100 persen. Suku bunga deposito juga dinaikkan menjadi 60 persen. Tujuannya untuk menyetop aksi penarikan uang besar-besaran dari bank (rush), sehingga masyarakat kembali percaya pada perbankan.
Upaya yang dilakukan Habibie untuk menstabilisasi perekonomian membuahkan hasil. Pertumbuhan ekonomi berbalik arah dan kurs rupiah stabil. Ujungnya, angka kemiskinan turun karena harga-harga pangan kembali turun.