Curhat Menko Luhut soal Kurs Rupiah yang Anjlok

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Selama sepekan terakhir rupiah mengalami tekanan sehingga mata uang Garuda tembus hampir Rp15.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan ini karena greenback di pasar global menguat seiring pelaku pasar yang lebih memilih aset safe haven.

Dolar AS diburu para investor karena mencoba mengalihkan asetnya dari pasar saham. Mereka khawatir dengan meningkatnya perang dagang antara AS dan China. Pasar pun bergejolak dan memengaruhi pasar keuangan negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia. Pengaruh ini makin berdampak besar karena adanya ketidakseimbangan ekonomi yang tengah terjadi di dalam negeri. Saat ini, Indonesia tengah mengalami defisit transaksi berjalan dan memberi sentimen negatif terhadap pergerakan rupiah.

Alhasil, pelamahan rupiah ini menjadi ramai diperbincangkan oleh publik. Pasalnya, jatuhnya rupiah seolah-olah tak diantisipasi oleh pemerintah karena depresiasinya cukup dalam. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya angkat bicara terkait pelemahan rupiah ini.

Dia menjelaskan, pelemahan rupiah lebih disebabkan faktor eksternal terutama perang dagang antara AS-China. Hal ini membuat perekonomian global yang mulai pulih kini berpotensi anjlok kembali dan memengaruhi ekonomi negara-negara lainnya.

“Secara global, recovery pertumbuhan ekonomi dunia yang berjalan baik dalam satu tahun terakhir saat ini sedang terancam oleh trade war yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump,” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/9/2018).

Dalam menanggapi kondisi rupiah saat ini, Luhut menuliskan secara khusus mengenai isu pelemahan rupiah yang hampir menyentuh Rp15.000 per dolar AS. Berikut selengkapnya: 

Teman-teman sekalian, saya banyak membaca perdebatan-perdebatan di WA grup kita ini mengenai keadaan ekonomi terutama terkait dengan pelemahan Rupiah.

Terhadap concern teman-teman, di sini saya ingin memberikan gambaran lebih lengkap mengenai apa yang sedang terjadi kepada Rupiah dan langkah-langkah yang sedang dan akan diambil oleh pemerintah.

Saya sangat paham mengenai kondisi tersebut, karena kebetulan saya termasuk di dalam tim ekonomi Indonesia yang diantaranya beranggotakan Menko Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan Ketua OJK. Topik ini sendiri sudah kami bicarakan secara intens sejak 3 minggu yang lalu.

Secara global, recovery pertumbuhan ekonomi dunia yang berjalan baik dalam satu tahun terakhir saat ini sedang terancam oleh trade war yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap mitra dagang utama mereka seperti Tiongkok, Uni Eropa, Meksiko dan Kanada, dengan cara menaikkan tarif impor barang barang dari negara-negara tersebut.

Negara-negara itu pun mengancam akan membalas balik tindakan Trump. Hal inilah yang menyebabkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi dunia yang mulai membaik akan melambat atau bahkan resesi.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Level Rp17.002 per Dolar AS

Makro
17 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Keuangan
18 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Nasional
23 hari lalu

Purbaya Cerita Dimaki-maki Warga TikTok gegara Dolar AS Tembus Rp17.000: Kita Menilai Harus Fair

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news