"Pertumbuhan pesat yang kami lihat mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam cara masyarakat Indonesia memandang investasi. Seiring investor mencari diversifikasi yang lebih besar dan akses ke pasar global, kami terus memperluas penawaran kami untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang. Kehadiran CFD memberikan klien kami fleksibilitas yang lebih besar dan lebih banyak cara untuk mengelola strategi investasi tingkat lanjut," kata Direktur Utama PT XTB Indonesia Berjangka, Jodhi Gahara Aji.
CFD merupakan produk derivatif dengan leverage yang memiliki karakteristik risiko berbeda dari investasi saham atau ETF. XTB menyediakan materi edukasi dan kursus interaktif di dalam aplikasi untuk membantu pengguna memahami cara kerja dan risiko masing-masing produk sebelum bertransaksi.
"Indonesia telah menjadi salah satu pasar pertumbuhan paling menjanjikan bagi XTB. Kemajuan yang kami capai dalam beberapa bulan terakhir mengonfirmasi besarnya potensi negara ini dan komitmen jangka panjang kami untuk mengembangkan bisnis di sini. Mendapatkan lisensi CFD dan meluncurkan produk baru ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi kami di Asia Tenggara," kata CEO XTB, Omar Arnaout.
Secara global, aplikasi investasi XTB kini melayani hampir 3 juta klien di seluruh dunia. Di Indonesia, XTB beroperasi melalui PT XTB Indonesia Berjangka di bawah pengawasan BAPPEBTI, OJK, dan Bank Indonesia.