Di Jepang, Hacker Curi Uang Kripto Rp5,7 Triliun

Rahmat Fiansyah
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

Jepang merupakan salah satu negara yang mengizinkan perdagangan mata uang kripto, namun harus terdaftar. Proses pendaftaran telah dibuka sejak April 2017. Coincheck, salah satu operator mata uang kripto, saat ini sudah mengajukan pendaftaran sejak September lalu tapi masih diproses.

Dalam sebuah jumpa pers Jumat lalu, Coinchek mengatakan koin NEM disimpan di ‘dompet panas’, bukan disimpan di ‘dompet dingin’ yang relatif lebih aman di luar jaringan internet. Presiden Coincheck, Koichiro Wada beralasan perusahaan terkendali masalah teknis dan kekurangan jumlah pegawai.

Pada 2014 lalu, Mt. Gox, salah satu bursa mata uang kripto terbesar di Jepang yang memperdagangkan sekitar 80 persen dari total seluruh bitcoin di dunia mengajukan pailit setelah rugi sekitar 500 juta dolar AS dalam bentuk bitcoin. Baru-baru ini, bursa mata uang kripto di Korea Selatan, Youbit juga ditutup dan mengajukan pailit setelah diretas dua kali selama tahun 2017.

Dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, para pemimpin dunia juga kembali mengingatkan tentang bahaya mata uang kripto. Menteri Keuangan AS Steven Mncuhin khawatir uang tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Bisnis
6 bulan lalu

Harga Bitcoin Anjlok 12 Persen dalam Sepekan, Apa Pemicunya?

Nasional
6 bulan lalu

Pria di Bandung Ditangkap usai Bobol Platform Kripto Asal Inggris, Kerugian Tembus Rp6,6 Miliar

Bisnis
10 bulan lalu

Kekayaan Pencipta Bitcoin Satoshi Nakamoto Tembus Rp2.100 Triliun, Ungguli Bill Gates

Keuangan
10 bulan lalu

Harga Bitcoin Kembali Cetak Rekor, Tembus 116.781 Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal