Harga Bitcoin Menguat ke Rp450 Juta, TerraUSD Anjlok 60 Persen

Aditya Pratama
Ilustrasi aset kripto. (Foto: Reuters)

"Fokus regulasi tampaknya membebani sentimen untuk stablecoin di tengah melemahnya permintaan sampai batas tertentu untuk ekosistem kripto yang lebih luas," ujar Analis Pasar Semior di StoneX Retail, Tony Sycamore dikutip, Rabu (11/5/2022).

Dia mengharapkan indeks saham AS dan bitcoin untuk terus bergerak bersama-sama setelah korelasi antara keduanya mencapai level rekor.

Bitcoin telah berjuang tahun ini di tengah penurunan sekitar 33 persen, dibandingkan dengan penurunan 17 persen di saham global. Berbagai aset spekulatif telah dirugikan oleh surutnya likuiditas di tengah gelombang pengetatan moneter global untuk melawan inflasi yang tinggi.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ada Edukasi Investasi di PRJ 2026, Gen Z Jangan Cuma Kenal Saham dan Kripto 

57 tahun lalu

Investigasi Terbaru Ungkap Sosok Pencipta Bitcoin Satoshi Nakamoto, Siapa Dia?

57 tahun lalu

2 Pelaku Sindikat Phishing Lintas Negara Ditangkap, Raup Rp25 Miliar dalam 5 Tahun

57 tahun lalu

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar Menyusut Jadi Rp12.305 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal