Dia mengungkapkan, pemerintah telah membelanjakan Rp127,2 triliun APBN pada Januari 2022, yang terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp21,8 triliun dan belanja non KL Rp50,4 triliun.
Menkeu menjelaskan, belanja APBN yang sangat besar pada Januari 2022 itu, antara lain dipengaruhi dampak kenaikan energi, sehingga pemerintah mengantisipasinya dengan memberikan subisi khususnya untuk BBM dan LPG.
"Jadi APBN sangat sangat nyata di dalam melindungi masyarakat, yaitu dari kenaikan harga energi dan minyak yang melonjak” ujar Sri Mulyani.