JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terjun ke zona merah pada Senin (2/3/2026). Momen ini bersamaan dengan perang yang terjadi di Timur Tengah usai Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran.
Berdasarkan data perdagangan pukul 09.03 WIB, indeks berada di level 8.080,39 atau turun 155,10 poin (1,88 persen) dibanding penutupan sebelumnya. Data perdagangan menunjukkan IHSG dibuka di 8.092,90, sempat menyentuh level tertinggi 8.097,67, sebelum bergerak turun ke posisi terendah 8.049,39.
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp2,78 triliun dengan volume 3,95 miliar saham dan frekuensi transaksi 326 ribu kali. Jumlah saham yang melemah mencapai 664 emiten, jauh melampaui yang menguat 63 saham, sementara 231 saham tidak mengalami perubahan harga.
Tekanan jual juga tercermin pada indeks sektoral. Mayoritas sektor bergerak di zona merah, dipimpin sektor non-primer yang mengalami pelemahan terdalam sebesar 4,72 persen, diikuti sektor infrastruktur yang tertekan 3,59 persen, serta sektor properti yang turun 3,38 persen.
Sektor lain yang turut terkoreksi antara lain perindustrian yang melemah 2,27 persen, keuangan yang turun 2,21 persen, transportasi yang tertekan 2,35 persen, primer yang melemah 2,32 persen, kesehatan yang turun 1,83 persen, dan teknologi yang melemah 1,6 persen.