Sektor konsumer non-primer menjadi penopang terbesar dengan penguatan lebih dari 2 persen, mencerminkan minat beli investor terhadap saham-saham yang sensitif terhadap konsumsi masyarakat. Selain itu, sektor infrastruktur, sektor primer, perindustrian, dan properti juga ikut menguat meskipun dengan kenaikan yang lebih terbatas.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sejumlah sektor. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan dengan penurunan lebih dari 1 persen, diikuti oleh sektor kesehatan, teknologi, keuangan, serta sektor barang baku yang masing-masing ditutup di zona merah tipis.
Dari sisi pergerakan saham, beberapa saham berkapitalisasi kecil mencatatkan lonjakan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham Ever Shine Tex Tbk (ESTI) memimpin penguatan dengan kenaikan lebih dari 34 persen, disusul Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), Trisula Textile Industries Tbk (BELL), Inocycle Technology Group Tbk (INOV), serta Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) yang juga melonjak di atas 30 persen.
Sementara itu, tekanan jual cukup besar terjadi pada sejumlah saham yang masuk dalam daftar top losers. Saham Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terkoreksi hampir 15 persen, diikuti Tunas Alfin Tbk (TALF) yang turun lebih dari 13 persen. Saham Bakrieland Development Tbk (ELTY), Visi Media Asia Tbk (VIVA), serta Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) juga mengalami penurunan mendekati batas auto rejection bawah.