JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi lanjutkan koreksi pada sepanjang perdagangan. Pergerakan indeks saham berada di kisaran 6.800-6.950.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto menjelaskan, walaupun sejauh ini pergerakan IHSG masih nampak sideways, namun pada perdagangan akhir pekan lalu sudah ada sedikit indikasi bahwa tren sideways ini berlanjut dengan melemah.
"Hal ini dikarenakan tekanan jual yang berhasil mempertahankan posisi IHSG mendekati level 6.800, dan kita tahu bahwa level 6.800 merupakan support IHSG yang terbilang kuat selama tren sideways ini," ujar William dalam analisisnya, Senin (6/3/2023).
William menambahkan, faktor lain yang mempengaruhi IHSG adalah tekanan jual asing yang besar, dan terjadi pada saham-saham perbankan seperti BBCA, BMRI, dab BBNI. Saham-saham tersebut bahkan melemah hingga -1 persen dan secara bobot cukup berat terhadap IHSG.
"Sehingga kami melihat bahwa tekanan dari saham-saham ini dan net sell investor asing, sudah cukup sebagai alasan mengapa IHSG mungkin akan berlanjut dengan pelemahan," tuturnya.
Adapun, strategi khusus dalam menyikapi pasar yang berpotensi melemah, pihaknya masih berpatokan pada Outlook sebelumnya yaitu mengandalkan sentimen rilis laporan keuangan.
"Sentimen ini dapat secara khusus membuat saham-saham terkait mengalami penguatan harga meskipun dalam jangka pendek. Anda bisa memanfaatkan sentimen ini untuk meraup profit secepatnya," tuturnya.