IHSG Kembali Menguat usai Anjlok, Berpotensi Naik 18 Persen Menuju Fase Normalisasi

Anggie Ariesta
IHSG dinilai berpeluang memasuki fase pemulihan usai mengalami koreksi tajam hingga lebih dari 41 persen dari level puncaknya. (Foto: SINDO)

Kemudian pada 2015, devaluasi yuan oleh China memicu gejolak di pasar keuangan global dan menyeret IHSG turun 25,4 persen dengan fase penurunan selama 5,7 bulan.

Siklus keenam terjadi pada 2020 ketika pandemi Covid-19 melanda dunia. Kepanikan pasar menyebabkan IHSG merosot 37,7 persen hanya dalam waktu 2,3 bulan, menjadikannya salah satu koreksi tercepat dalam sejarah.

Adapun siklus ketujuh berlangsung pada 2025 akibat kebijakan tarif perdagangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memicu ketidakpastian global. Pada periode ini IHSG mengalami koreksi 24,5 persen selama sekitar 6,6 bulan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
24 jam lalu

IHSG Hari Ini Kembali Ditutup Menguat ke 6.525, CSMI-SDMU Pimpin Top Gainers

1 hari lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau, 289 Saham Menguat

2 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.501, Nilai Transaksi Tembus Rp14,9 Triliun

3 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Melemah ke 6.394, FAST-TCPI Pimpin Top Losers

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal