"Dan sekarang pun menyentuh level terbaru. Dari polanya distribusi dan juga kalau dari distribusi harusnya indeks kita coming soon menuju di bawah 4.750," kata dia.
Secara momentum, menurut Andri, bulan September juga biasanya indeks turun. Kondisi ini didukung berbagai isu yang memberatkan IHSG.
"Terutama dari sentimen Covid-19 yang masih meningkat terus di Indonesia dan global, ditambah juga mengenai revisi UU Bank Indonesia yang menyebabkan saham-saham perbankan dan rontoknya harga emas dan CPO ikut juga memberikan kontribusi indeks terkoreksi," tuturnya.