IHSG Pekan Depan Diprediksi Bergerak Terbatas di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

Dinar Fitra Maghiszha
IHSG diprediksi masih akan bergerak terbatas pada perdagangan pekan depan di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (Foto: Antara)

Senada dengan Hariyanto, Senior Fund Manager Pacific Capital Investment Parningotan Julio menilai bahwa IHSG seharusnya mendapatkan berkah dari naiknya harga komoditas. Dirinya merekomendasikan investor untuk mengambil strategi buy on weakness saat harga sejumlah emiten tambang berada di posisi koreksi.

"Dari sisi keuntungan kalau kita lihat dari harga komoditas yang menguat tentunya akan menjadi sentimen positif bagi bursa, tapi kalau sentimen negatifnya oilnya naik, kita importir minyak," ucap Parningotan kepada MNC Portal Indonesia. 

Invasi Rusia ke Ukraina membuat sejumlah harga komoditas naik. Dari mulai harga minyak, batu bara, nikel, alumunium, CPO, hingga harga pangan perlahan merangkak naik.

Ketidakjelasan kondisi global dan kekhawatiran inflasi juga mengancam pasar keuangan di mana saat dolar meningkat cukup signifikan membuat mata uang negara berkembang mengalami koreksi.

Namun, sanksi sejumlah negara adidaya ke Rusia beberapa hari terakhir cukup memberi nafas sejenak bagi pasar, di tengah usaha perundingan Kremlin terhadap Ukraina.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Keuangan
12 jam lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok Nyaris 1 Persen, Keluar dari Level 8.000

Keuangan
2 hari lalu

704 Saham Anjlok, IHSG Hari Ini Ditutup Ambles ke Level 8.016

Keuangan
2 hari lalu

IHSG Dibuka Terjun ke Zona Merah usai AS-Israel Serang Iran

Keuangan
4 hari lalu

IHSG Sepekan Melemah 0,44 Persen, Kapitalisasi Pasar Turun Jadi Rp14.787 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal