Investree Catat Penjualan Sukuk Tabungan ST-002 Rp65 Miliar

Rahmat Fiansyah
CEO & Co-Founder Investree, Adrian Gunadi (kiri) bersalaman dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan teknologi finansial (fintech) perlahan mulai bersaing dengan bank dan perusahaan sekuritas dalam menjual obligasi pemerintah. PT Investree Radhika Jaya mencatat penjualan obligasi syariah (sukuk) tabungan negara seri ST-002 sebesar Rp65 miliar.

CEO & Co-Founder Investree, Adrian Gunadi mengatakan, Investree telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan menjadi Mitra Distribusi penjualan Sukuk Tabungan ST-002. Pertama kali menjual sukuk, capaian tersebut dua kali lipat lebih dari target awal Rp30 miliar. Saat penutupan, ada sebanyak 690 pemesanan (order) dari platform Investree atas nama 552 investor.

"Tentunya kami bersyukur dengan capaian hasil positif dan melampaui target awal penjualan ST-002 hingga 216 persen karena nantinya dana investasi ST-002 ini akan dimanfaatkan untuk pembangunan negara," kata Adrian melalui keterangan tertulis, Kamis (29/11/2018).

Selama masa penawaran ST-002 yang digelar 1-22 November 2018, investor yang membeli sukuk itu didominasi oleh generasi muda. Mereka rata-rata berusia 21-35 tahun. Selain sosialisasi pemerintah, Adrian menyebut, mereka tertarik lantaran cara pemesanan yang dilakukan secara online.

"Ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi ini juga didukung oleh adanya perubahan cara pemesanan dari manual menjadi 100 persen online, sehingga dapat menjangkau masyarakat secara luas dengan penggunaan teknologi sebagai upaya dalam mewujudkan keuangan inklusif," tutur Adrian.

Dari segi nominal, tercatat rata-rata jumlah investasi oleh satu orang investor di ST-002 Investree adalah sebesar Rp 117 juta. Sementara dari segi wilayah pembelian, sebaran area asal investor mayoritas didominasi oleh Jabodetabek meski ada juga namun ada juga dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

“Tujuan kami bersama dengan Kemenkeu untuk mengajak generasi muda berinvestasi juga tercapai. Hal ini merupakan bentuk nyata dari sinergi yang terjadi antara industri teknologi finansial dengan pemerintah” kata dia.

Sebagai instrumen Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN), seri ST-002 telah dinyatakan sesuai Syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia, di mana surat berharga tersebut tidak melibatkan unsur perhitungan bunga (riba), unsur judi (maisyir), unsur penipuan (gharah), dan tidak mendatangkan kerugian kepada orang lain (mudharat). ST-002 memiliki tingkat imbalan 8,30 persen per tahun dengan tenor 2 tahun dan minimal pemesanan Rp 1 juta.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
4 bulan lalu

Interpol Ungkap Eks Bos Pinjol Investree Adrian Gunadi Punya Izin Tinggal Permanen di Qatar

Nasional
4 bulan lalu

Biodata Adrian Gunadi Eks CEO Investree yang Ditangkap Bareskrim Usai Buron 1 Tahun

Nasional
4 bulan lalu

Eks Bos Pinjol Investree Adrian Gunadi Langsung Ditahan usai Dipulangkan dari Qatar

Nasional
4 bulan lalu

Breaking News: Buronan OJK Bos Pinjol Investree Adrian Gunadi Ditangkap!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal