Laba Bersih BTN 2022 Naik 28 Persen jadi Rp3,04 Triliun

Cahya Puteri Abdi Rabbi
Laba bersih BTN 2022 naik 28 persen jadi Rp3,04 triliun. (Foto: dok BTN)

Di samping akselerasi pada kredit, BTN juga berhasil meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,77 persen yoy dari Rp295,97 triliun menjadi Rp321,93 triliun per 31 Desember 2022. Peningkatan DPK tersebut didorong kenaikan dana murah (current account savings account/CASA) perseroan sebesar 19,13 persen yoy menjadi Rp156,2 triliun pada akhir Desember 2022. Dengan peningkatan tersebut, biaya dana (cost of fund/CoF) perseroan turun 53 basis poin (bps) yoy dari 3,13 persen pada akhir 2021 menjadi 2,6 persen. 

Penurunan biaya dana juga ikut mengerek turunnya beban bunga (interest expense) hingga 14,94 persen yoy pada akhir tahun lalu. Dengan kinerja positif kredit dan DPK, aset bank yang berfokus pada pembiayaan rumah rakyat ini naik 8,14 persen yoy dari Rp371,86 triliun menjadi Rp402,14 triliun per 31 Desember 2022.

“Capaian kinerja tersebut juga disumbang oleh dukungan besar pemerintah, dalam mendorong penyediaan rumah rakyat yang layak huni dan terjangkau di Indonesia,” ujar Haru. 

Dengan adanya penambahan modal dari pemerintah, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan akhir tahun lalu tercatat mencapai 16,13 persen atau naik 233 basis poin (bps). Perbaikan proses bisnis turut menekan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross perseroan tercatat sebesar 32 basis poin secara tahunan menjadi 3,38 persen. 

Sementara rasio pencadangan atau coverage ratio perseroan pun tetap naik sebesar 1.383 bps secara tahunan menjadi 155,65 persen hingga akhir tahun lalu.

“Pertumbuhan bisnis tersebut juga diimbangi dengan penguatan modal, perbaikan kualitas serta peningkatan pencadangan, sehingga bisnis Bank BTN diharapkan terus tumbuh berkelanjutan,” tutur Haru. 

Lebih lanjut, hingga akhir tahun lalu, loan to deposit ratio (LDR) Bank BTN juga tetap stabil di level 92,65 persen. Di samping itu, rasio kecukupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) tercatat berada di level yang sehat sebesar 238,5 persen.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
2 hari lalu

BNI Cetak Laba Bersih Rp10,8 Triliun di Semester I 2026

5 hari lalu

Laba Bersih MNC Kapital (BCAP) Naik 24 Persen di Semester I 2026, Pertahankan Kinerja Positif

7 hari lalu

Akselerasi Transformasi, Pendapatan hingga Laba Bersih Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026

8 hari lalu

Laba Raksasa Migas Ini Melonjak 2 Kali Lipat Imbas Perang di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal