Dia menuturkan, pertumbuhan kinerja Himbara juga berdampak lurus pada meningkatnya kepercayaan masyarakat. Dia menyebut dana pihak ketiga (DPK) berupa tabungan, deposito dan giro tumbuh 5,7 persen dari Rp3.039 triliun menjadi Rp3.499 triliun.
"Artinya masyarakat secara umum mempercayai dananya disimpan di Himbara," ucapnya.
Di samping itu, kontribusi Himbara ke negara dalam bentuk pajak dan dividen mencapai Rp64 triliun. Jumlah ini naik 19,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2021 senilai Rp53,6 triliun
Adapun kontribusi dividen mencapai Rp24,6 triliun per kuartal III tahun ini. Nilai dividen tersebut setara dengan 61,8 persen dari total dividen yang dikontribusikan oleh keseluruhan perusahaan pelat merah sebesar Rp39,7 triliun untuk tahun anggaran 2022.
"Kontribusi Himbara sendiri 61,8 persen terhadap keseluruhan (dividen) yang dibayarkan kepada negara sebesar Rp39,7 triliun," ujarnya.
Rincian setoran dividen Himbara, yakni dari BRI sebesar Rp14 triliun, Bank Mandiri Rp8,7 triliun, BNI Rp1,6 triliun, dan BTN Rp143 miliar.
Sementara itu, setoran pajak dari Bank BUMN sebesar Rp39,4 triliun. Rinciannya, pajak dari BRI Tbk sebesar Rp16,1 triliun, Bank Mandiri Rp15,1 triliun, BNI Rp5,7 triliun, dan BTN Rp2,3 triliun.