Ngerinya Dampak Tarif Trump: Saham Perusahaan Teknologi Rontok, Terparah Apple

Maria Christina Malau
Saham Apple menjadi yang terparah turun di antara Magnificent Seven, setelah pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu, 2 April lalu. (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi mimpi buruk bagi perusahaan teknologi. Saham perusahaan-perusahaan teknologi besar langsung rontok, mencatat penurunan terburuk sejak pandemi Covid-19 karena tarif Trump yang memicu kepanikan pasar.

Saham Apple menjadi yang terparah turun di antara saham-saham dalam grup perusahaan teknologi yang disebut Magnificent Seven, hingga lebih dari 9%, pada Kamis, 3 April 2025, sebagaimana dilansir dari CNBC. Bagi Apple, ini menjadi penurunan terburuk sejak 2020. Produsen iPhone tersebut memproduksi perangkatnya di China dan negara-negara Asia lainnya. Beberapa pemasok Apple, seperti Qorvo dan Skyworks Solutions masing-masing anjlok sekitar 16% dan 12%.

Tak hanya Apple, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi, anjlok sekitar 6%, terburuk dalam lebih dari lima tahun. Indeks tersebut turun lebih dari 14% tahun ini. 

Saham-saham besar lainnya juga tertekan. Meta Platforms dan Amazon masing-masing turun sekitar 9%, sementara Nvidia turun hampir 8%. Nvidia diketahui memproduksi chip barunya di Taiwan dan merakit sistem kecerdasan buatannya di Meksiko. 
Sementara saham Tesla merosot lebih dari 5%, Microsoft dan Alphabet masing-masing turun sekitar 2% dan 4%. 

Saham semikonduktor juga terdampak, dengan Marvell Technology, Broadcom dan Lam Research yang masing-masing turun setidaknya 10%. Saham Micron Technology turun lebih dari 16%, sementara Advanced Micro Devices anjlok sekitar 9%. Saham Dell dan HP anjlok masing-masing 19% dan sekitar 15%. Bagi Dell, ini menjadi yang terburuk sejak 2018.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu

57 tahun lalu

AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan

57 tahun lalu

Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan

57 tahun lalu

50 Senator AS Dukung Resolusi Anti-Perang Iran, Trump Kehilangan Dukungan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal