Sukuk Ritel seri SR017. (foto: dok Kemenkeu)
Advenia Elisabeth

JAKARTA, iNews.id - Total nilai transaksi Sukuk Ritel seri SR017 telah mencapai Rp6,7 triliun hingga hari ini, Kamis (25/8/2022). Nilai tersebut hampir mendekati target Rp10 triliun yang ditetapkan pemerintah untuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) keluaran terbaru itu.

"Sampai dengan hari ini, tadi pagi dilihat dari data yang sudah kami peroleh, total pesanan (SR017) mencapai sekitar Rp6,7 triliun, jadi tren pemesanan sampai dengan hari ini lebih bagus dibandingkan pada seri SR016 yang diterbitkan sebelumnya," ujar Kasubdit Analisis Keuangan Pasar SBSN Kementerian Keuangan, Naufal Aminuddin, saat berdialog di Market Review IDX Channel, Kamis (25/8/2022).

Menurut dia, pemerintah masih memberi kelonggaran waktu untuk pemesanan atau pembelian SR017 yang bertujuan menjaring partisipasi inveator domestik sebanyak-banyaknya.

"Secara umum target yang kami tetapkan kurang lebih Rp10 triliun tapi dengan realisasi sekarang Rp 6,7 triliun kemungkinan kami akan masih memberikan kelonggaran karena tujuan dari penerbitan ini adalah untuk mendorong partisipasi investor sekaligus mengurangi ketergantungan pada investor asing," kata Naufal.

Dia menyampaikan, pada SR017 ini investor dapat membeli dengan batasan dana minimal Rp1 juta dan maksimal Rp5 miliar. Batasan dana maksimal ini mengalami peningkatan dari seri sebelumnya.

"Untuk maksimalnya kalau sebelumnya Rp2 miliar sekarang kita naikkan menjadi Rp5 miliar. Dengan tujuan untuk menjaring minat investor besar yang memiliki kelebihan dana dan memerlukan penempatan pada instrumen investasi yang diterbitkan oleh pemerintah," ungkap Naufal.

Jika masyarakat berminat membeli SR017, berikut rincian tahapannya:

1. Registrasi

Proses pendaftaran Calon Investor melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis). Memasukan data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga.

Calon investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau7 rekening surat berharga, akan dibantu oleh Midis.

2. Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, Calon Investor melakukan pemesanan SR017 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran SR017.

3. Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), Calon Investor mendapatkan kode pembayaran (Billing Code) melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi.

Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking) dalam batas waktu yang ditentukan.

4. Konfirmasi

Setelah pembayaran, Calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi SR017 pada tanggal setelmen/penerbitan.

Investor yang berminat untuk berinvestasi di sukuk ritel seri SR017 dapat mengakses website sukuk ritel atau menghubungi 31 mitra distribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Adapun mitra distribusi sukuk ritel seri SR017 adalah:

Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, Bank Commonwealth, Bank Danamon Indonesia, Bank DBS Indonesia, Bank HSBC Indonesia, Bank Mandiri, Bank Maybank Indonesia, Bank Mega, Bank Negara Indonesia, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Bank UOB Indonesia, Citibank, Standard Chartered Bank, Bank Syariah Indonesia dan Bank Muamalat. 

Kemudian ada juga BRI Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, Trimegah Sekuritas Indonesia, Bareksa Portal Investasi, Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+), Star Mercato Capitale (Tanamduit), Investree Radhika Jaya, Lunaria Annua Teknologi (Koinworks), Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dan Bibit Tumbuh Bersama.


Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT