Sementara itu, Nafan melihat hasil voting yang dilakukan oleh Senat AS, rata-rata menyetujui program stimulus Joe Biden sejumlah 1,9 triliun dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini juga merupakan katalis positif bagi market secara keseluruhan.
“Kita berharap pada pekan ini menggelontorkan stimulus tersebut. Saya pikir ini juga dalam rangka memberikan katalis positif bagi market secara keseluruhan karena kalau kita melihat daripada kinerja market di regional Asia saat ini mayoritas mengalami penguatan. Bahkan, kalau kita lihat kenaikan dari US Treasury yield 10 tahun tersebut itu pun tidak berpengaruh ya kalau menurut saya,” ujarnya.
Menurut Nafan, kenaikan kinerja market adalah tanda-tanda terjadi euphoria dari adanya stimulus. “Adanya stimulus, adanya komitmen, misalnya pemerintah terutama dari negara maju dalam menggelontorkan stimulus jumbo itu yang paling penting,” ujarnya.