Penipuan Arisan Online di Malang Jerat Puluhan Korban, Kerugian Mencapai Rp 1,5 Miliar

Avirista Midaada
Tiga korban masing-masing FD warga Sawojajar, Kedungkandang, serta RCF dan DV, warga Klojen, Kota Malang, melaporkan pelaku penipuan arisan online berinisial NA, ke Polres Malang Kota, Senin (28/6/2021).

MALANG, iNews.id - Dugaan penipuan arisan online dilaporkan ke Polres Malang Kota, Jawa Tengah, Senin (28/6/2021). Arisan online yang antara lain menggunakan media sosial Instagram tersebut, menjerat puluhan korban dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.  

Pada Senin (28/6/2021), tiga korban masing-masing FD warga Sawojajar, Kedungkandang, serta RCF dan DV, warga Klojen, Kota Malang, melaporkan pelaku penipuan arisan online berinisial NA, ke Polres Malang Kota.

FD mengungkapkan, dia memberanikan diri melapor ke Polres Malang Kota, setelah tak bisa menghubungi NA sejak Sabtu (26/6/2021). 

Menurut FD, dia mengenal NA sebagai teman SD dari calon istrinya. Awalnya NA berbisnis jualan baju, namun setelah kemudian mengajak FD untuk ikut arisan online via Instagram. 

"NA itu temannya calon istri saya, teman SD-nya, kalau orang asing enggak bakal mau saya, apalagi sudah beberapa kali juga belanja baju ke dia," kata FD, usai memberikan laporan ke Polres Malang Kota, Senin (26/6/2021). 

FD menuturkan, mulai ikut arisan online tersebut sejak Januari 2021. Awalnya arisan berjalan lancar, bahkan dia telah menerima setidaknya empat kali keuntungan dari uang yang ia setorkan. 

Menurut FD, NA meyakinkan korbannya bisa melipatgandakan uang yang disetorkan melalui arisan online tersebut. Untuk meyakinkan para korban, NA bahkan memberikan fotocopy KTP. 

"Iming-imingnya dapat uang lebih, misalkan kita kasih Rp300.000, dikembalikan sebesar Rp500.000 dalam jangka waktu beberapa hari," kata FD.

Dia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 7 juta. Dari cerita yang disampaikan NA kepada FD, peserta arisan online itu sekitar 50 orang, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Malang, Jakarta, hingga Yogyakarta. Dana yang dikumpulkan peserta melalui arisan online tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

"Kalau saya pribadi rugi Rp7 juta. Total ada 50 peserta, beda-beda kota, dana yang terkumpul sekitar Rp1,5 miliar sejak Januari 2021. Kalau yang di Malang kami bertiga baru lapor sekarang. Sedangkan yang di Jakarta sama Jogja, infonya sudah ada yang lapor," ujar FD. 

Dia mengatakan, setelah tak bisa menghubungi NA melalui telepon seluler, FD akhirnya mendatangi alamat NA sesuai KTP. Namun ternyata rumah tersebut sudah dijual lama dan pindah.

FD pun telah mendatangi rumah orang tua NA dan hasilnya sang orang tua tak mau tahu dengan permasalahan yang dialami anaknya. Karena tak kunjung mendapat kejelasan akhirnya FD memberanikan diri mengadukan kasus penipuan arisan online tersebut ke Polres Malang Kota.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Belanja
7 hari lalu

Jumat Berkah! Dikepoin 315 Juta Orang, Aura Kasih Malah Bagi-Bagi Rezeki Endorse Gratis

Seleb
18 hari lalu

Geger! Shandy Aulia Mendadak Tutup Komentar Instagram

Seleb
21 hari lalu

Ari Lasso Kembali Main Media Sosial, Netizen: Katanya Detox?

Buletin
1 bulan lalu

Ngeri! 110 Anak Direkrut Teroris Lewat Game Online dan Instagram

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal