Penyaluran KUR ke Sektor Produktif Tembus 44 Persen

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi (Foto: iNews.id/YUDISTIRO)

Pada tahun ini, kata Iskandar, pemerintah menargetkan penyaluran KUR ke sektor produktif bisa mencapai 50 persen. Kenaikan target tersebut karena perbankan dan lembaga keuangan lain sebagai penyalur KUR berhasil mendongkrak porsi KUR di luar sektor perdagangan.

Iskandar menambahkan, penyaluran KUR hingga November 2017 yang mencapai Rp95,6 triliun setara dengan 89,6 persen dari target Rp106 triliun. Dia pun optimistis penyaluran KUR pada tahun lalu akan menembus Rp100 triliun meski pemerintah mengaku masih menunggu data resmi untuk bulan Desember 2017.

Iskandar mengatakan, jumlah debitur yang memanfaatkan KUR berbunga 9 persen per tahun itu mencapai 4 juta. Meskipun menyasar kelompok usaha kecil dan menengah (UKM), Iskandar mengatakan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) masih terjaga di level rendah yakni 0,22 persen.

“Sebenarnya orang itu suka meremehkan usaha kecil. Padahal sebenarnya usaha kecil itu lebih patuh daripada yang besar-besar itu,” kata Iskandar.

Iskandar berharap penyalur KUR tetap hati-hati menyalurkan KUR tahun ini sehingga rasio kredit bermasalah tetap terkendali. Dia juga mengatakan, keberadaan lembaga penjamin KUR seperti Askrindo, Jamkrida, dan Askrida semakin membuat penyaluran KUR lebih aman.

Editor : Nanang Wijayanto
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Jaga Kualitas, BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

2 bulan lalu

BNI Tegaskan Kasus KUR Jember Berawal dari Laporan Perseroan

3 bulan lalu

BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan

4 bulan lalu

Ditopang KUR BRI, Depot Mirah Bulungan Tetap Eksis Hampir 2 Dekade

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal