Presdir BCA Sebut Perbankan Siap Hadapi Pelemahan Rupiah

Isna Rifka Sri Rahayu
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Justru yang harus diperhatikan adalah sektor riil karena memerlukan bahan baku impor dalam produksinya. Dengan adanya pelemahan rupiah ini tentu bahana baku tersebut menjadi semakin mahal karena dibeli dengan dolar AS.

Hal tersebut dapat berimbas pada naiknya harga-harga komoditas sehingga akan meningkatkan inflasi. "Kita doakan kita bisa terus kendalikan inflasi sehingga inflasi tidak terlalu tinggi. Yang penting kita bisa jaga inflasi tidak terlalu tinggi jadi harga barang melonjak tinggi," ucapnya.

Menurut dia, harus ada keseimbangan antara nilai tukar rupiah, suku bunga, dan inflasi. Oleh karenanya, saat bank sentral AS menaikkan suku bunga acuannya, Bank Indonesia (BI) turut ambil kebijakan megerek suku bunga acuan juga.

"Kelihatannya lebih aman kalau naikin 0,25 persen untuk dunia usaha juga makin berat karena suku bunga makin tinggi. Tapi ini kan buah simalakama, yang dipilih kenaikan 0,25 persen dengan ada sedikit pelemahan rupiah," tuturnya 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Profil Michael Bambang Hartono, Orang Terkaya di Indonesia yang Meninggal Dunia Hari Ini

Makro
5 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Keuangan
6 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Bisnis
10 hari lalu

BCA Tebar Dividen Rp41,3 Triliun, 72 Persen dari Laba Bersih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal