Rupiah Diprediksi Semakin Menguat terhadap Dolar AS Pekan Depan, Ini Pendorongnya

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah diprediksi akan semakin menguat setelah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal dovish. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukarrupiah diprediksi akan semakin menguat setelah bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal dovish. Adapun pada perdagangan Jumat (23/8/2024) rupiah ditutup menguat ke Rp15.492 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menyebut, rupiah akan bergerak pada kisaran Rp15.400 sampai dengan Rp15.520 per dolar AS dengan pergerakan yang masih akan fluktuatif.

"Rupiah bakal menguat tajam minggu depan. Tapi Jumat (30/8/2024) kemungkinan 15.000," ujar Ibrahim saat dihubungi iNews.id, Sabtu (24/8/2024).

Perlu diketahui, rupiah masih mendapatkan dorongan sentimen pasar global pascarilis Risalah Rapat Federal Meeting yang melempar nada dovish. Indeks dolar hari ini dibuka pada 101,36 setelah sebelumnya ditutup 101,40.

Untuk rupiah sendiri, di awal pekan ini mata uang Garuda sempat menguat signifikan setelah adanya reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?

57 tahun lalu

Dasco Apresiasi Terobosan Baru BI Perkuat Rupiah, Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Dasco Minta Masyarakat Jual Dolar AS: Minggu Depan Rupiah Menguat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal