Sentimen global lainnya, pasar Asia bersiap menghadapi banjir data China minggu depan Fokus minggu depan akan tertuju pada Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (CEWC) tahunan China untuk mendapatkan lebih banyak petunjuk tentang langkah-langkah stimulus dan prospek ekonomi terbesar di Asia.
China juga akan merilis data inflasi CPI November pada hari Selasa, dan data perdagangannya pada hari Rabu.
Dari sentimen internal, Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2024 tercatat sebesar 150,2 miliar dolar AS. Angka tersebut sedikit menurun dari posisi bulan sebelumnya yang senilai 151,2 miliar dolar AS. Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Sementara itu, posisi ini juga masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Dengan posisi ini, Bank Indonesia beranggapan bahwa kinerja ekspor diramal tetap positif. Neraca transaksi modal dan finansial yang diperkirakan tetap mencatatkan surplus, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik, mendukung tetap terjaganya ketahanan eksternal.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk Senin pekan depan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp15.800-Rp.15.850 per dolar AS.