Gubernur Christopher Waller memperingatkan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk mulai menurunkan suku bunga, dengan alasan inflasi yang sulit dan ketahanan ekonomi AS.
Dari sentimen internal, para analis optimis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2024 tidak jauh dari angka 5 persen. Penopang utama laju pertumbuhan ekonomi itu karena adanya efek pemberian komponen tunjangan kerja dan THR di momen Hari Raya Idul Fitri 1445 yang jatuh pada 9 April 2024.
Kemudian, untuk komoditas seperti beras semestinya sudah tidak terlalu tinggi lagi karena di bulan Maret sudah masuk musim panen raya dan puncak panen raya terjadi pada April 2024, sehingga harga beras akan kembali turun.
Selain itu, dampak inflasi ini akan mengurangi daya beli masyarakat Terutama untuk kelompok menengah ke bawah akan terjadi penurunan daya beli.
Namun, untuk kelas menengah atas akan relatif kuat dan tidak terlalu banyak terpengaruh oleh inflasi pangan sehingga akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Dengan demikian, untuk perdagangan pekan depan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif kemudian ditutup melemah di rentang Rp15.840-Rp15.910.