Rupiah Melemah dalam Sepekan, BI Disarankan Naikkan Suku Bunga

Anggie Ariesta
MPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menyebut, level rupiah yang telah melewati batas Rp16.450 per dolar AS dianggap sudah mengkhawatirkan. (Foto: dok iNews)

Ibrahim menambahkan, jika BI tidak bertindak cepat, bisa saja rupiah menyentuh hingga Rp16.500 per dolar AS di pekan depan karena sentimen global lain seperti bank sentral AS yang kembali mempertahankan suku bunga hingga langkanya BBM.

Untuk rupiah di awal pekan depan juga diproyeksi akan minim pergerakan seiring pasar keuangan libur karena adanya libur Idul Adha. Di tengah pekan rupiah akan menantikan rilis neraca perdagangan yang diperkirakan akan menyusut jadi 1 miliar dolar AS, sehingga menjadi sentimen negatif.

Setelah itu, mata investor akan tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 6,25 persen pada 19–20 Juni 2024.

Dengan adanya pertimbangan tersebut, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup melemah di rentang Rp16.400-Rp16.470 per dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Makro
5 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
5 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Keuangan
6 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Nasional
6 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal