Rupiah Menguat 105 Poin ke Rp14.765, Imbas Inflasi AS yang Turun di Juli 2022

Advenia Elisabeth
Ilustrasi rupiah. (Foto: dok iNews)

"Menurunnya inflasi di AS berdampak terhadap harga minyak mentah dunia. Saat ekonomi AS bergeliat, maka permintaan energi akan naik. Jadi wajar saja harga minyak ikut terungkit. Dan ini merupakan sinyal negatif terutama bagi Indonesia, karena harga bahan bakar minyak (BBM) akan ikut melonjak," papar Ibrahim. 

Menurut dia, inflasi yang mulai melandai kembali memberikan sinyal bagi AS mulai melangkah melewati masa-masa sulit. Alhasil, kekhawatiran terjadinya resesi akan mulai berkurang sehingga permintaan energi akan mulai meningkat seiring dengan perbaikan kondisi tersebut.

Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan besok, Jumat (12/8/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.740-Rp14.790.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Aparat Sita 17.400 Dolar AS dari 4 Pegawai KPK Gadungan

Nasional
2 hari lalu

Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.090 per Dolar AS

Nasional
4 hari lalu

Strategi BI usai Rupiah Tembus Level Rp17.100 per Dolar AS

Nasional
4 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.105, Airlangga: Mata Uang Lain Juga Melemah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal