Rupiah Sepekan Melemah 1,38 Persen ke Rp16.601 per Dolar AS, Terendah sejak Mei

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 1,38 persen sepanjang pekan ini, merupakan yang terendah sejak Mei 2025. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen eksternal dan domestik.

Secara eksternal, pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang tidak mendukung pemotongan suku bunga agresif sebesar 50 bps dan menekankan keputusan berdasarkan data, memberikan tekanan pada mata uang.

"Powell juga menyatakan bahwa setiap keputusan The Fed akan bergantung pada data, bukan atas tekanan dari pihak lain," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan klaim pengangguran awal mingguan turun di bawah ekspektasi, menandakan ketahanan pasar tenaga kerja yang dapat memengaruhi kebijakan The Fed.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti ketidakpastian ekonomi global akibat perang tarif AS yang menyebabkan perlambatan di banyak negara. Pelemahan daya beli masyarakat dan peningkatan pengangguran menjadi kekhawatiran utama.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
12 bulan lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Terkoreksi ke Rp16.481 per Dolar AS

4 hari lalu

Destry Blak-blakan soal Rupiah Rp17.700: Nilainya Bisa Lebih Rendah dari Sekarang

6 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, Ini Penyebabnya 

7 hari lalu

Terungkap, Begini Cara Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel Raup Untung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal