Rupiah Sepekan Menguat 0,18 Persen, Ini Pendorongnya

Anggie Ariesta
Nilai tukar rupiah pada sepekan perdagangan bergerak menguat 0,18 terhadap mata uang dolar AS. (Foto: Arif Julianto)

Namun, prospek jangka panjang untuk suku bunga AS tidak pasti, mengingat inflasi masih jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.

"Kebijakan ekspansif di bawah Trump juga diharapkan akan mendukung inflasi dan suku bunga. Sejumlah pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, akan memberikan pidato minggu depan, sebelum keputusan suku bunga pada bulan Desember," ucap Ibrahim dalam risetnya, Sabtu (30/11/2024)

Ibrahim juga menyoroti sentimen internal, sebelumnya masyarakat mengingatkan agar pemerintah berhati-hati membuat regulasi terkait kenaikan pajak sebesar 12 persen karena kondisi ekonomi global saat ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga akan berpengaruh terhadap menurunkan daya beli masyarakat.

“Memang pemerintah menerapkan tarif pajak sebesar 12 persen sesuai dengan amanat undang-undang yang sudah disetujui oleh DPR RI dan disahkan oleh pemerintah,” katanya.

Dengan demikian, mata uang rupiah untuk perdagangan berikutnya diprediksi bergerak fluktuatif, namun kembali ditutup menguat di rentang Rp15.750-Rp15.850 per dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Respons Purbaya soal Rupiah Loyo Nyaris Rp17.000 per Dolar AS saat IHSG Terus Ngegas

Nasional
6 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Terkoreksi, Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Nasional
24 jam lalu

Kondisi Global Memanas, Rupiah Diramal Anjlok ke Rp17.100 per Dolar AS Pekan Depan

Nasional
3 hari lalu

Rupiah Sepekan Anjlok 0,58 Persen, Nyaris Sentuh Rp16.900 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal