Upaya meningkatkan pemahaman tersebut dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk industri jasa keuangan. Salah satunya melalui program Bakti BCA yang sepanjang 2025 telah menjangkau lebih dari 169.000 individu di 35 provinsi.
Program tersebut tidak hanya mengandalkan kegiatan edukasi di satu lokasi. Sebanyak 652 pekerja dilibatkan sebagai Duta Literasi Keuangan, sementara 244 kantor cabang turut menjadi pelaksana program.
Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono mengatakan edukasi keuangan memiliki kaitan erat dengan kemandirian masyarakat.
“Peningkatan literasi keuangan merupakan salah satu fondasi untuk mendorong kemandirian masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045,” kata Widodo dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Ada sejumlah alasan mengapa pemahaman finansial perlu dibangun sejak dini.
Pertama, masyarakat dapat lebih mudah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Hal sederhana ini penting karena pengeluaran yang tidak direncanakan dapat mengganggu kondisi keuangan dalam jangka panjang.