Tak Hanya Konflik Timur Tengah, Bos BCA Beberkan Penyebab Rupiah Melemah ke Rp16.200

Anggie Ariesta
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyebut pelemahan rupiah dalam rentang Rp16.200-Rp16.300 tidak hanya karena konflik Timur Tengah. (foto: Istimewa)

"Di samping itu kita juga mengingat kuartal pertama ini banyak perusahaan-perusahaan yang besar membagikan dividen dan dividen itu ada sebagian yang mengalir pula karena kita tahu juga investor dari perusahaan-perusahaan terutama perusahaan-perusahaan besar banyak pemiliknya dari asing jadi ada masalah supply dan demand," ucapnya.

Jahja juga setuju bahwa tidak adanya intervensi dari Bank Indonesia. Dia mengibaratkan membuang garam ke laut. Artinya, jika nanti kebutuhan dolar sudah agak melemah maka suplainya masih tetap normal.

"Demand-nya menurun mungkin Bank Indonesia bisa menstabilisasi kembali dolar apakah di bawah Rp16.000 atau tidak itu tergantung situasi dan kondisi," tuturnya.

Selain itu, Jahja juga melihat dari masyarakat sekarang ini tidak gampang untuk menjual dan membeli uang asing terutama dolar AS.

"Untuk untuk amount kecil mungkin iya, tapi kalau amount untuk jumlah besar yang mempengaruhi market saya rasa untuk individual player saya rasa hampir tidak ada atau sedikit sekali," kata Jahja.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
8 jam lalu

BI Siapkan Jurus Stabilkan Rupiah di Tengah Gejolak Timur Tengah dan Harga Minyak

4 hari lalu

Rupiah Ditutup Melemah 3 Hari Berturut-turut, Ini Penyebabnya

5 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

10 hari lalu

BCA Expo Jabodetabek 2026 Resmi Dibuka, Saatnya Berburu Hunian hingga Kendaraan dengan Bunga Spesial

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal