Tips MotionTrade: Simak Perbedaan Waran Terstruktur dan Waran Biasa

Tim iNews.id
Memahami perbedaan waran terstruktur dan waran biasa penting agar investor dapat memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko. (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id - Di pasar modal terdapat dua jenis waran, yaitu waran biasa dan waran terstruktur. Meskipun memiliki nama yang serupa, keduanya memiliki karakteristik, mekanisme, serta risiko yang berbeda.

Memahami perbedaan antara waran terstruktur dan waran biasa penting agar investor dapat memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risikonya. 

MotionTrade telah merangkum lima perbedaan antara waran terstruktur dan waran biasa sebagai berikut:

1. Penerbit
Perbedaan utama terletak pada pihak yang menerbitkan instrumen tersebut. Waran terstruktur diterbitkan oleh perusahaan sekuritas atau anggota bursa, bukan oleh emiten saham acuannya. Sementara itu, waran biasa diterbitkan oleh perusahaan emiten yang sahamnya menjadi objek waran.

2. Tujuan Penerbitan
Waran terstruktur diterbitkan sebagai produk investasi yang memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap pergerakan harga aset acuan dengan modal yang lebih efisien. Waran biasa umumnya diterbitkan sebagai bagian dari aksi korporasi untuk menarik minat investor dalam penawaran saham atau obligasi.

3. Strategi Jual/Beli
Waran terstruktur tersedia dalam bentuk call warrant maupun put warrant, sehingga investor dapat memanfaatkan peluang baik saat pasar naik maupun turun. Sementara itu, waran biasa hanya memberikan hak untuk membeli saham pada harga tertentu.

4. Mekanisme Jatuh Tempo
Pada waran terstruktur, investor akan memperoleh selisih harga secara tunai dan otomatis apabila posisi investasi berada dalam kondisi untung. Pada waran biasa, investor harus melakukan pembayaran untuk memperoleh saham baru dari penerbit.

5. Simbol
Waran terstruktur menggunakan kode 10 digit yang memuat informasi terkait produk terstruktur tersebut, contohnya BBCADRCM3A. Waran biasa ditandai dengan notasi “W” di belakang kode saham utamanya, contohnya BBRI-W.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Keuangan
13 jam lalu

Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal

Keuangan
2 hari lalu

Jangan Lewatkan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Global Mediacom Tahap II Tahun 2026!

Seleb
2 hari lalu

Kronologi Lengkap Suami Bunga Zainal Kena Tipu Cek Kosong Rp2,6 Miliar gegara Investasi Batu Bara

Keuangan
2 hari lalu

Mulai Investasi Saham & Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas!

Nasional
6 hari lalu

KEK RI Diminati Investor Eropa, Sektor Energi Hijau dan Teknologi Jadi Primadona 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal