Wall Street Berakhir Merosot Dipicu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed

Anggie Ariesta
Wall Street berakhir merosot dipicu kekhawatiran kenaikan suku bunga the Fed. (Foto: Reuters)

"Powell akan mencoba terdengar hawkish untuk meredam ekspektasi inflasi dan memperketat kondisi keuangan. Jadi kemungkinan besar itu akan menjadi katalis negatif bagi pasar," kata Jay Hatfield, Kepala Investasi di Infrastructure Capital Management di New York.

The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters. Namun, para pedagang terbagi antara kenaikan 50 bps dan kenaikan 75 bps oleh bank sentral setelah beberapa pembuat kebijakan baru-baru ini mendorong kembali ekspektasi poros dovish dan menekankan komitmen Fed untuk memerangi inflasi.

Investor juga akan mencari rincian tentang rencana Fed mengurangi neraca hampir 9 triliun dolar AS, sebuah proses yang dimulai pada Juni.

Kekhawatiran perlambatan melanda pasar secara global. Bank sentral China memangkas beberapa suku bunga pinjaman utama pada Senin dalam upaya untuk mendukung ekonomi yang melambat dan sektor perumahan yang tertekan. 

Adapun yang menjadi sentimen negatif di Wall Street, saham Eropa turun setelah Gazprom Rusia (GAZP.MM) mengatakan pekan lalu akan menghentikan pasokan gas alam ke Eropa selama tiga hari pada akhir Agustus. 

AMC Entertainment Holdings Inc (AMC.N) jatuh 42 persen setelah daftar saham preferen rantai bioskop mulai diperdagangkan dan saingannya yang berbasis di Inggris Cineworld Group (CINE.L) memperingatkan kemungkinan pengajuan kebangkrutan. Signify Health Inc (SGFY.N) melonjak 32 persen menyusul laporan pada hari Minggu bahwa UnitedHealth Group Inc (UNH.N), Amazon, CVS Health Corp (CVS.N) dan Option Care Health Inc (OPCH.O) menawar untuk mengakuisisi perusahaan. 

Volume di bursa AS relatif ringan, dengan 9,9 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 10,8 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

BI Ungkap Guyuran Dana Rp200 Triliun Belum Mampu Turunkan Bunga Kredit

Keuangan
15 hari lalu

BI Kembali Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Akhir Tahun

Makro
16 hari lalu

BI Dinilai Perlu Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Ini Alasannya

Nasional
1 bulan lalu

BI Kembali Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen, Berikut Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal