Wall Street Kembali Ditutup Menguat setelah Data Inflasi AS Melambat

Anggie Ariesta
Wall Street kembali ditutup menguat pada perdagangan, Kamis (13/7/2023) waktu setempat, dipengaruhi data kenaikan tahunan inflasi produsen AS yang terkecil. (Foto: Istimewa)

Dalam 12 bulan hingga Juni 2023, indeks harga produsen naik 0,1 persen. Ini merupakan kenaikan tahun ke tahun terkecil sejak Agustus 2020 dan mengikuti kenaikan 0,9 persen di bulan Mei.

Saham terkait teknologi memberikan dukungan terbesar bagi S&P 500, dan indeks saham yang berfokus pada teknologi termasuk megacaps naik 2,7 persen dan mencatat rekor penutupan tertinggi.

Saham chip AS juga menguat, dengan Nvidia melonjak ke rekor tertinggi selama sesi dan indeks semikonduktor Philadelphia naik 2 persen.

Mengimbangi beberapa optimisme pada penutupan perdagangan, sebuah laporan terpisah menunjukkan klaim pengangguran mingguan secara tak terduga turun minggu lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap ketat.

Di antara penguatan pada penutupan perdagangan, saham induk Google Alphabet Inc melonjak 4,7 persen. 

Volume di bursa saham AS mencapai 10,82 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,11 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

BI Rate Naik jadi 5,75%, Airlangga Minta Himbara Tahan Bunga Kredit

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.794 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

Breaking News: BI Kembali Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal