20.000 Ton Beras Bulog Busuk, Emil Salim Soroti Kebijakan Pangan

Antara
Ekonom Senior, Emil Salim. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Ekonom Senior Emil Salim menilai keberadaan 20.000 ton beras Bulog yang busuk menunjukkan adanya kekeliruan dalam kebijakan pangan di Indonesia. Dengan kata lain, ada ketidaksinkronan antara produksi, distribusi, dan impor beras.

"Ini kan berarti kebijakan pangan, produksi pangan, perdagangan pangan, dan impor pangan tidak berada pada jalur yang benar," katanya di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Emil heran beras puluhan ribu ton bisa busuk. Yang jelas, kata dia, ada kelebihan stok beras sehingga tidak terpakai hingga lebih dari empat bulan. Dia menyebut, kondisi ini merugikan petani.

"Pihak yang dirugikan atas hal ini tentu termasuk petani. Apalagi kalau ada impor, tentu nantinya akan memengaruhi harga dan itu merugikan petani," ucapnya.

Mantan ketua dewan pertimbangan presiden itu menyebut, nilai tukar petani padi dan palawija terus turun dalam empat tahun terakhir. Padahal, harga beras di pasar internasional cukup stabil.

"Nah kalau di sini petani rugi sedangkan beras dijual lebih mahal di luar negeri, lalu surplusnya kemana? Ditambah lagi stok beras lantas juga dimusnahkan," tutur guru besar FEB-UI itu.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
5 hari lalu

Realisasi Pembiayaan Investasi Pemerintah Tembus Rp22,73 Triliun di Awal 2026, untuk Apa Saja?

Nasional
6 hari lalu

Harga Daging Sapi hingga Ayam Meroket Hari Ini, Berikut Rinciannya

Nasional
13 hari lalu

Daftar Harga Pangan 16 Februari 2026 jelang Imlek, Sejumlah Komoditas Naik

Nasional
1 bulan lalu

Daftar Harga Pangan 16 Januari 2026: Beras hingga Cabai-Bawang Turun, Daging Sapi Naik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal