JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan tentang proyek-proyek tahun ini yang harus tertunda karena pandemi Covid-19. Adapun proyek-proyek yang tertunda ini akan menjadi prioritas pada 2021.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, beberapa proyek yang ditunda pengerjaannya tahun ini, yakni rehabilitasi jaringan irigasi di Baro Raya, Pidie, penggantian Jembatan SP Tohpati, Tjokroaminoto, Denpasar serta Kawasan Waterfront Kota Pariaman, Sumbar.
"Kalau penundaan paket kontraktual yang ditunda, jadi prioritas di 2021. Ini sudah match dengan sidang kabinet paripurna," ujar Basuki, dalam rapat kerja virtual dengan Komisi V DPR, Senin (11/5/2020).
Basuki menambahkan, terdapat beberapa proyek yang mengalami perubahan paket dari single year contract (SYC) tahun 2020 menjadi paket tahun jamak multiyears contract (MYC), termasuk paket kontraktual yang lebih kecil Rp100 miliar, seperti proyek jaringan irigasi di Ciujung, Banten, pengembangan PLBN Long Bawan Kaltara dan lainnya.
"Kami sudah rapat secara nasional dan penyedia jasa tentang proyek single years yang disesuaikan pagunya. Misalnya proyek Rp100 miliar, jadi Rp75 miliar dan Rp25 miliar tahun depan," kata dia.
Sementara itu, untuk proyek pembangunan Bendungan Way Sekapung, Lampung, Bendungan Jragung Jateng, Bendungan Temef, NTT, pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan, Jabar dan pembangunan Jalan Lingkar Brebes-Tegal akan dilakukan rekomposisi alokasi anggaran 2020 sesuai paket MYC sehingga pelaksanaan dapat lebih diperpanjang.
Tidak hanya itu, Kementerian PUPR juga melakukan penyesuaian pagu SYC terhadap proyek preservasi batas Aceh Tengah-Blangkejeren-Batas Aceh Tenggara dan penataan kawasan pantai panjang di Bengkulu.