Ada Krisis di Turki, BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu
ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen menyusul krisis mata uang yang terjadi di Turki.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja, mengatakan BI perlu menaikkan suku bunga acuan yang rencananya akan diumumkan dalam rapat dewan gubernur (RDG) yang berakhir besok, Rabu (15/8/2018). Menurut dia, faktor The Fed masih menjadi perhatian utama bagi bank sentral.

"Bisa menjadi pertimbangan untuk antisipasi tekanan eskternal. The Fed juga akan naikkan bunga 0,25 persen," katanya, Selasa (14/8/2018).

Selain itu, kata Jahja, dampak dari gejolak sistem keuangan di Turki juga tidak bisa disepelekan Indonesia. Namun, dia menyebut hubungan dagang antara Indonesia dan Turki tidak begitu besar sehingga dampak negatif gejolak di Turki tidak akan langsung berdampak signifikan terhadap Indonesia.

Namun, dia mengingatkan pasar keuangan global saat ini sudah terhubung. Dengan begitu, apa yang terjadi di Turki saat ini bisa berdampak pada pelemahan mata uang negara-negara yang masih memiliki ketergantungan terhadap modal asing seperti halnya Indonesia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
24 jam lalu

Purbaya Ungkap Saldo Uang Pemerintah di BI Sisa Rp120 Triliun

Makro
21 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
21 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Nasional
22 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal