Ia melanjutkan, tidak akan ada hal besar yang menganggu kinerja di tahun ini walaupun pada di 2017 lalu industri ritel terkena imbas dari pilkada DKI Jakarta. "Kalau kita lihat di 2018 kami meyakini bahwa kondisinya akan lebih kondusif walaupun beberapa ada yang bilang kalau politiknya akan cukup persaingannya cukup keras," kata dia.
Apalagi dengan adanya impor komoditas beras dan garam industri yang membuatnya yakin akan menumbuhkan perekonomian. Sebab, impor tersebut untuk menambah bahan baku yang akan mendorong peningkatan pertumbuhan industri.
Selain ritel, ia memprediksi, industri perhotelan juga akan mengalami kenaikan dengan adanya penggunaan ruang pertemuan untuk persiapan pemilu serta konsumsi masyarakat. Selain itu, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi atribut kampanye pemilu turut tumbuh.
"Kalau di sektor lain ya saya rasa orang jualan kaos jualan bendera. Tapi kalo di industri di sektor riilnya yang akan menikmati sektor hotel dan restoran," kata dia.