"Kalau Trump ketemu Xi, tapi tidak ada kesepakatan untuk meredakan perang dagang, pasti ada tekanan lagi," ujarnya.
Selain itu, kondisi eksternal lain yang bisa memberikan pengaruh ke pergerakan mata uang adalah kemungkinan Bank Sentral AS, The Federal Reserve (Fed) tidak akan menyesuaikan suku bunga acuan pada Desember 2018.
Melihat situasi saat ini, Darmin memastikan penguatan rupiah yang disertai dengan masuknya arus modal merupakan momentum yang harus dipelihara.
Untuk itu, pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap neraca transaksi berjalan untuk menekan defisit dan memperkuat pondasi perekonomian Dengan kondisi tersebut, maka Darmin menyakini rupiah bisa makin terapresiasi dan bergerak mendekati nilai fundamental.
"Kalau rupiah menguat, kemudian modal mulai masuk, atau lebih besar lagi masuknya, maka transaksi modal dan finansial bisa mengimbangi defisit transaksi berjalan," ujarnya.