Bagaimana Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia? Ini Kata BI

Aditya Pratama
Gubernur BI Perry Warjiyo bicara soal dalampak krisis Evergrande ke Indonesia.

JAKARTA, iNews.id - Salah satu perusahaan properti terbesar di China, Evergrande mengalami krisis keuangan. Bahkan perusahaan memiliki risiko mengalami gagal bayar utang senilai 300 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.260 triliun dengan bunga utang yang jatuh tempo 83,5 juta dolar AS. 

Terkait hal itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai krisis gagal bayar Evergrande tak mempengaruhi pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik serta nilai tukar rupiah.

"Sejauh ini memang pengaruhnya terhadap Indonesia di awal itu terjadi pada pasar modal tapi kemudian berangsur mereda. Sementara dampaknya di pasar SBN maupun nilai tukar rupiah tidak nampak," kata dia dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2021 secara daring di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (21/9/2021).

Dia menuturkan, tak berpengaruhnya pasar SBN terlihat dari derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia, terutama dalam periode Juli hingga 17 September 2021 yang mencatatkan nett inflows sebesar 1,5 miliar dolar AS.

Meski begitu, Perry tak menampik krisis Evergrande sempat mempengaruhi pasar modal domestik, sebagai implikasi terganggunya pasar keuangan global.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Makro
6 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Nasional
6 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Keuangan
7 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Nasional
8 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal