Bank Indonesia Tegaskan Kebijakan LCS Bukan Anti-Dolar AS

muhammad farhan
Bank Indonesia (BI) menegaskan kebijakan LCS bukan bermaksud anti terhadap mata uang Dolar AS. (Dok. BI)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menegaskan kebijakan Local Currency Settlement (LCS) bukan bermaksud anti terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat (AS). Adapun kebijakan LCS diterapkan secara strategis oleh bank sentral guna mengurangi ketergantungan ekonomi domestik terhadap dolar.

Kepala Grup Review dan Strategi Pengelolaan Moneter Bank Indonesia, R Triwahyono menuturkan, kebijakan LCS dinilai berhasil melepas ketergantungan rupiah terhadap dolar. Karena berhasil, Triwahyono menyebut, LCS akan dikembangkan menjadi Local Currency Transaction (LCT).

Meski demikian, Triwahyono menegaskan penggunaan dolar AS tetap berjalan sebagai mata uang internasional dalam transaksi perdagangan secara global.

"Sebenarnya kan transaksi perdagangan ekspor impor, investasi dan sebagainya itu kan, Indonesia dengan US itu kan bukan yang paling besar. Tetapi penggunaan currency-nya mayoritas menggunakan dolar AS," ucap Triwahyono dalam sesi diskusi di UOB Economic Outlook 2025, Rabu (25/9/2024).

Triwahyono menekankan bahwa kebijakan LCS bukan menjadi implementasi dedolarisasi atau melepas ketergantungan dengan dolar AS.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

2 hari lalu

BI Batasi Beli Dolar Maksimal 10.000 Dolar AS per Bulan, Ini Alasannya

3 hari lalu

BI Beberkan Jurus untuk Tarik Investor Asing ke Aset Rupiah 

3 hari lalu

Rupiah Diramal Bertahan di Level Rp18.000 per Dolar AS hingga Akhir Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal