Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pimpin Rapat Dewan Gubernur Perdana, Destry Putuskan BI Rate Tetap 5,75 Persen
Advertisement . Scroll to see content

OVO dan Bank Indonesia Hadirkan Fintech Academy di PRABU UNPAD, Perkuat Literasi Keuangan 10.000 Maba

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:24:00 WIB
OVO dan Bank Indonesia Hadirkan Fintech Academy di PRABU UNPAD, Perkuat Literasi Keuangan 10.000 Maba
Direktur Operasional IDX Channel & Pemimpin Redaksi Okezone, Masirom; Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Junanto Herdiawan; Financial Planner, Rista Zwestika; dan Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra. (Foto: dok ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA,  iNews.id - Melanjutkan komitmen dalam memperkuat literasi keuangan generasi muda, OVO bersama Bank Indonesia melalui Fintech Academy berkolaborasi dengan MoneyFestasi menghadirkan roadshow Fintech Academy x MoneyFestasi dalam rangkaian Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (PRABU UNPAD 2026).

Mengusung tema “Literasi Digital untuk Generasi Muda, Bijak di Media Sosial dan Bertransaksi di Era Digital”, edukasi literasi keuangan ini diberikan kepada 10.000 peserta di tengah momentum orientasi mahasiswa baru untuk membekali mereka dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan keamanan bertransaksi digital sejak awal masa perkuliahan.

Program Fintech Academy bertujuan memperluas akses edukasi keuangan digital dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda. Melalui program yang menjangkau berbagai kampus di Indonesia ini, OVO berharap edukasi keuangan digital dapat hadir lebih merata di berbagai daerah.

Guna mengupas tuntas materi tersebut, talk show interaktif ini menghadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Junanto Herdiawan; Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra; dan Financial Planner, Rista Zwestika, sebagai pembicara. 

Edukasi ini menjadi relevan di tengah kesenjangan sebesar 14,05 poin persentase antara tingkat inklusi dan literasi keuangan, berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Hal tersebut menunjukkan bahwa tingginya pemanfaatan layanan keuangan belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan untuk memahami manfaat, risiko, dan cara penggunaannya secara tepat.

Ketimpangan menjadi semakin penting untuk diatasi di tengah maraknya kejahatan digital. Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat lebih dari 572.000 laporan rekening penipuan melalui layanan CekRekening.id sepanjang 2017 hingga 2024, serta memblokir lebih dari 13.000 nomor telepon yang terindikasi penipuan hingga Mei 2026. Kondisi ini mempertegas pentingnya membekali mahasiswa baru, yang mulai memasuki fase hidup lebih mandiri, dengan kemampuan mengelola keuangan sekaligus melindungi diri saat beraktivitas di ruang digital.

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, saat menyampaikan pentingnya membekali generasi muda dengan literasi keuangan dan keamanan digital. (Foto: dok ist)
Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, saat menyampaikan pentingnya membekali generasi muda dengan literasi keuangan dan keamanan digital. (Foto: dok ist)

Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan bahwa masa awal perkuliahan merupakan momentum penting untuk membangun kebiasaan finansial dan digital yang sehat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut