JAKARTA, iNews.id - Masih tingginya tingkat pengangguran pada lulusan SMK menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Pemerintah terus berupaya agar angkatan kerja dapat mengisi lapangan pekerjaan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/(PPN/Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, salah satu penyebab masih banyaknya angkatan kerja lulusan SMK yang belum terserap karena ketatnya pasar tenaga kerja. Hal ini karena pengusaha yang menciptakan lapangan kerja masih sedikit.
"Kelemahan kita, orang pintar cukup, profesional cukup, yang kurang pengusahanya," kata Bambang di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/4/2019).
Di samping jumlah pengusaha yang sedikit, kebanyakan yang ada juga bergerak di sektor informal. Hal ini membuat tingkat keamanan dan kepastian kerja mereka sangat riskan.
"Meskipun tingkat pengangguran kita relatif rendah 5,36 persen. Tapi ini masih didominasi sektor informal. Kalau informal belum cukup dilindungi asuransi. Kita perlu meningkatkan sektor formal dalam ekonomi kita," tuturnya.