Mantan menteri keuangan itu mengatakan, pemerintah menemukan adanya anomali pada lulusan SMK. Tingkat pengangguran lulusan SMK mencapai 11 persen sementara lulusan SMA 7 persen. Padahal, lulusan SMK seharusnya lebih siap kerja dibandingkan lulusan SMA.
Selain lapangan kerja, kata Bambang, kompetensi lulusan SMA masih kurang karena masih berkutat lebih banyak soal teori daripada praktik. Dia menyebut, ada kesalahan dalam sistem pendidikan di SMK.
"Artinya masih ada yg harus dibenahi total dalam pendidikan vokasi," katanya.
Dengan keahlian yang lebih baik, Bambang berharap lulusan SMK tidak hanya bisa terserap dalam pasar tenaga kerja, melainkan juga membuka usaha sendiri sesuai bidang keahliannya.