BI Borong SBN Rp26 Triliun di Pasar Perdana

Suparjo Ramalan
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Humas BI)

Perry mengatakan, kapasitas penyerapan SBN di pasar perdana semakin besar. Ini ditunjukkan dengan imbal hasil (yield) SBN yang terus turun. "Dulu pernah 8,08 persen, kemarin ini sudah turun menjadi 7,2 persen," ujarnya.

Menurut Perry, koordinasi erat antara BI, Kemenkeu, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah dan ekonomi nasional. Kurs rupiah terus menguat dalam beberapa hari terakhir.

“Nilai tukar rupiah yang dulu di awal-awal April 2020 pernah Rp16.400, sekarang ini diperdagangkan sekitar Rp14.200. Kami juga melihat peluang ke depan untuk nilai tukar rupiah yang semakin menguat," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
12 hari lalu

BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di Maret 2026

Keuangan
13 hari lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Nasional
13 hari lalu

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp7.389 Triliun per Januari 2026

Nasional
18 hari lalu

Purbaya Cerita Dimaki-maki Warga TikTok gegara Dolar AS Tembus Rp17.000: Kita Menilai Harus Fair

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal