BI Borong SBN Rp26 Triliun di Pasar Perdana

Suparjo Ramalan
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Humas BI)

Perry mengatakan, kapasitas penyerapan SBN di pasar perdana semakin besar. Ini ditunjukkan dengan imbal hasil (yield) SBN yang terus turun. "Dulu pernah 8,08 persen, kemarin ini sudah turun menjadi 7,2 persen," ujarnya.

Menurut Perry, koordinasi erat antara BI, Kemenkeu, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah dan ekonomi nasional. Kurs rupiah terus menguat dalam beberapa hari terakhir.

“Nilai tukar rupiah yang dulu di awal-awal April 2020 pernah Rp16.400, sekarang ini diperdagangkan sekitar Rp14.200. Kami juga melihat peluang ke depan untuk nilai tukar rupiah yang semakin menguat," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

7 hari lalu

BI Beberkan Jurus untuk Tarik Investor Asing ke Aset Rupiah 

8 hari lalu

Rupiah Diramal Bertahan di Level Rp18.000 per Dolar AS hingga Akhir Tahun

8 hari lalu

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal