BI Borong SBN Rp26 Triliun di Pasar Perdana

Suparjo Ramalan
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. (Foto: Humas BI)

Perry mengatakan, kapasitas penyerapan SBN di pasar perdana semakin besar. Ini ditunjukkan dengan imbal hasil (yield) SBN yang terus turun. "Dulu pernah 8,08 persen, kemarin ini sudah turun menjadi 7,2 persen," ujarnya.

Menurut Perry, koordinasi erat antara BI, Kemenkeu, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah dan ekonomi nasional. Kurs rupiah terus menguat dalam beberapa hari terakhir.

“Nilai tukar rupiah yang dulu di awal-awal April 2020 pernah Rp16.400, sekarang ini diperdagangkan sekitar Rp14.200. Kami juga melihat peluang ke depan untuk nilai tukar rupiah yang semakin menguat," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.907 per Dolar AS

57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Karena Kekayaannya Keluar

57 tahun lalu

Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS

57 tahun lalu

MSCI Beri 2 Catatan Negatif untuk Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Lepas?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal